Jumat, 15 April 2011
Kontrofersi Susu Formula Terkontaminasi Bakteri Enterobacter Sakazakkii

Menteri kesehatan : Mustikaning Ayu S/20
Perwakilan IPB : Iklima Heristyavati/15
Perwakilan BPOM : Rudy Wibisono/26
Wartawan dari kompas: Vita Kusuma W/31
Wartawan dari RCTI : Suci Arnita Dewi/ 29

Menkes
: assalamu’alaikum wr. Wb.
Selamat pagi kepada rekan-rekan wartawan.
Baiklah menanggapi kabar yang beredar di masyarakat mengenai susu formula yang terkontaminasi oleh bakteri E. sakazakkii. Disini saya bersama rekan-rekan dari IPB dan BPOM akan memaparkan mengenai hak tersebut
Silahkan kepada perwakilan dari IPB untuk menjelaskan mengenai bakteri E. sakazakkii

IPB
: E. sakazakki merupakan bakteri gram negative anaerob fakultatif, berbentuk koliform dan tidak membentuk spora. E. sakazakki dapat ditemukan di lingkungan industry makanan. Bakteri ini merupakan pathogen nosokominal yang menyebabkan berbagai macam infeksi

W1
: bisa dijelaskan bagaimanakah awal dari penemuan bakteri E. sakazakkii oleh IPB

IPB : berawal dari kegiatan laboratorium IPB pada tahun 2006 yang menguji kandungan dari beberapa sempel makanan termasuk susu formula untuk bayi. Dalam penelitian tersebut rekan kami Sri Estuningsih menemukan adanya bakteri E. sakazakki sekitar 22,73% dalam beberapa merk susu formula.

W1 : lalu mengapa tidak segera diumumkan merk susu formula tersebut?

IPB : kita masih membutuhkan penelitian lebih lanjut lagi pada produk-produk terbaru yang beredar, karena tenggang waktu 5 tahun dari 2006 produk yang beredar produksinya sudah berbeda

W2 : bagaimana tanggapan dan tindak lanjut ibu menteri mengenai hal ini?

Menkes
: untuk saat ini pihak kami yaitu dari departemen kesehatan masih meneliti lebih lanjut mengenai kandungan bakteri dalam susu formula. Selain itu kami juga akan melakukan pengawasan dan uji premarket secara ketat. Tentunya ini sangat penting karena bakteri ini dapat merusak otak bayi sebagai penerus bangsa

W1 : kembali pada bakteri sakazakkii, dapatkah di jelaskan bahaya apa saja yang diakibatkan bakteri ini ibu dosen?

IPB : bahayanya seperti yang saya jelaskan tadi yaitu dapat mengakibatkan infeksi, seperti radang selaput otak, radang usus, dapat juga menginfeksi saluran pernafasan

W1 : pada bayi usia berapakah yang paling rentan dengan infeksi bakteri ini?

IPB
: bayi usia kurang dari 28hari, serta bayi premature sangat mudah sekali terinfeksi bakteri ini

W2
: bagaimana dengan BPOM tindakan apa yang sudah dilakukan dengan adanya kasus ini?

BPOM
: setelah kami menerima info mengenai susu formula yang terkontaminasi ini, pihak kami langsung melakukan uji laboratorium terhadap beberapa sampel susu formula yang banyak di beli para konsumen di Indonesia, hasilnya pihak kami tidak menemukan kandungan bakteri tersebut dalam susu formula

W2 : lalu bagaimana tanggapan anda mengenai temuan dari IPB?

BPOM
: penemuan itu sudah lama yaitu seperti yang disebutkan tadi tahun 2006 dan sudah langsung di sterilisasi pemerintah, selanjutnya untuk saat ini belum ada apa-apa, pihak BPOM juga belum menerima laporan apapun dari IPB untuk dijadikan bahan pertimbangan

W1 : seperti kita ketahui bahwa kasus bakteri ini tidak hanya di Indonesia, di Negara maju pun kasus ini juga terjadi. Bagaimana penjelasannya Ibu Menteri? Mengenai tindakan mereka atau dari pihak kesehatan dunia mungkin

Menkes
: dari beberapa penelitian di beberapa Negara, sebenarnya WHO dan beberapa Negara maju menetapkan bahwa susu bubuk formula bayi bukanlah produk komersial steril. Produk susu formula cair siap sajilah yang dianggap produk komersial steril. Bahkan USFDA menggunakan pemberian susu formula cair siap saji bagi bayi premature. Informasi lain adalah, pada tahun 2005, WHA menginformasikan kepada Negara anggota mengenai pencemaran bakteri E. sakazakki ini, kemudian WHA mengeluarkan resolusi pada WHO dan FAO menyiapkan pedoman, pesan, perlabelan produk tentang penyiapan penyimpanan dan penanganan susu formula

W2 : terlepas dari benar tidaknya kandungan bakteri E. sakazakki dalam susu formula, apa saja yang harus dilakukan untuk menjaga kesterilan susu

BPOM
: baiklah, pihak pertama adalah pemerah susu, mereka harus menjaga kebersihan putting susu sapi, kebersihan alat pemerah, tangan pemerah serta kesehatan sapi penghasil susu. Kedua adalah pabrik, pabrik pengolah harus menjaga kebersihan alat produksi dan mempertimbangkan penambahan bahan-bahan kimia pada susu formula. selain pemerah dan pabrik, orang tua juga harus cermat, yaitu harus menjaga waktu kontak susu dengan udara kamar tidak boleh lebih dari 4 jam. Selain itu tentunya pemberian ASI eksklusif lebih aman dan sehat bagi bayi

Menkes
: jadi pada intinya, masyarakat harap bersabar karena pemerintah akan segera menindak lanjuti masalah ini. Selain itu para orang tua harus ikut berusaha melakukan pencegaan terhadap pencemaran susu seperti yang telah diterangkan tadi. Terimakasih. Wassalamu’alaikum wr wb

itu naskah jumpa pers milik kelompoknya mbak mus dkk..
pada waktu jumpa pers dilakukan, menteri kesehatan, perwakilan IPB, perwakilan BPOM memakai jas hitam dan para wartawannya memakai baju bebas. jumpa pers tidak mengulang. beda dengan puisi. puisi harus mengulang berkali-kali.

Fauziah Husnaa

Masih perlu banyak belajar. Belajar apa saja. Hampir selesai KKN-PPL dan sedang akan mengajukan judul skripsi. Sangat suka dengan desain dan kartun... Masih aktif sebagai mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta.

0 terbaik

Thanks For Reading and visiting....
Please Leave Your Comment ^____^