Kamis, 24 Maret 2011
Tujuan :
1. Belajar membuat telur asin secara mandiri.
2. Mengetahui proses pembuatan telur asin.

Tempat :
1. Lab Biologi SMAN 1 Madiun
2. Rumah siswa

Dasar Teori :
Telur asin adalah istilah umum untuk masakan berbahan dasar telur yang diawetkan dengan cara diasinkan (diberikan garam berlebih untuk menonaktifkan enzim perombak). Kebanyakan telur yang diasinkan adalah telur itik, meski tidak menutup kemungkinan untuk telur-telur yang lain. Masa kadaluwarsa telur asin bisa mencapai satu bulan (30 hari).

Telur adalah salah satu sumber protein hewani yang memilik rasa yang lezat, mudah dicerna, dan bergizi tinggi. Selain itu telur mudah diperoleh dan harganya murah. Telur dapat dimanfaatkan sebagai lauk, bahan pencampur berbagai makanan, tepung telur, obat, dan lain sebagainya. Telur terdiri dari protein 13 %, lemak 12 %, serta vitamin, dan mineral. Nilai tertinggi telur terdapat pada bagian kuningnya. Kuning telur mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan serta mineral seperti : besi, fosfor, sedikit kalsium, dan vitamin B kompleks. Sebagian protein (50%) dan semua lemak terdapat pada kuning telur. Adapun putih telur yang jumlahnya sekitar 60 % dari seluruh bulatan telur mengandung 5 jenis protein dan sedikit karbohidrat.
Kelemahan telur yaitu memiliki sifat mudah rusak, baik kerusakan alami, kimiawi maupun kerusakan akibat serangan mikroorganisme melalui pori-pori telur. Oleh sebab itu usaha pengawetan sangat penting untuk mempertahankan kualitas telur. Telur akan lebih bermanfaat bila direbus setengah matang dari pada direbus matang atau dimakan mentah. Telur yang digoreng kering juga kurang baik, karena protein telur mengalami denaturasi/rusak, berarti mutu protein akan menurun. Macam-macam telur adalah : telur ayam (kampung dan ras), telur bebek, puyuh dan lain-lain.

Kualitas telur ditentukan oleh : 1) kualitas bagian dalam (kekentalan putih dan kuning telur, posisi kuning telur, dan ada tidaknya noda atau bintik darah pada putih atau kuning telur) dan 2) kualitas bagian luar (bentuk dan warna kulit, permukaan telur, keutuhan, dan kebersihan kulit telur).

Umumnya telur akan mengalami kerusakan setelah disimpan lebih dari 2 minggu di ruang terbuka. Kerusakkan tersebut meliputi kerusakan yang nampak dari luar dan kerusakan yang baru dapat diketahui setelah telur pecah. Kerusakan pertama berupa kerusakan alami (pecah, retak). Kerusakan lain adalah akibat udara dalam isi telur keluar sehingga derajat keasaman naik. Sebab lain adalah karena keluarnya uap air dari dalam telur yang membuat berat telur turun serta putih telur encer sehingga kesegaran telur merosot.

Kerusakan telur dapat pula disebabkan oleh masuknya mikroba ke dalam telur, yang terjadi ketika telur masih berada dalam tubuh induknya. Kerusakan telur terutama disebabkan oleh kotoran yang menempel pada kulit telur.

Cara mengatasi dengan pencucian telur sebenarnya hanya akan mempercepat kerusakan. Jadi pada umumnya telur yang kotor akan lebih awet daripada yang telah dicuci. Penurunan mutu telur sangat dipengaruhi oleh suhu penyimpanan dan kelembaban ruang penyimpanan.

Alat :

  1. Amplas
  2. Toples
  3. Panci
  4. Kertas koran
  5. Kompor

Bahan :

  1. Telur bebek 5 buah
  2. Bata merah secukupnya
  3. Abu gosok secukupnya
  4. Garam kristal
  5. Air

Cara Kerja :

  1. Cucilah telur bebek sampai bersih, lalu keringkan.
  2. Telur bebek diamplas sampai terasa halus kulit luarnya/cangkangnya.
  3. Campurkan garam, serbuk bata dan abu gosok dengan perbandingan 1:2:2 atau kelipatannya. 
  4. Usahakan serbuk bata merah agar dilebihkan sedikit. Lalu beri air secukupnya. Aduk sampai bercampur dengan baik
  5. Bungkus tiap telur bebek mengunakan campuran pada langkah sebelumnya.
  6. Tata bungkusan telur dalam baskom, jaga kelembapannya. Tutup dalam baskom dengan kertas koran yang diselotip.
  7. Simpan lamanya 1 minggu.
  8. Setelah satu minggu, buka baskom dan bungkusan pada tiap telur, cuci bersih, lalu rebus dalam panci yang berisi air mendidih.
  9. Telur asin siap dihidangkan.

Kesimpulan:

  • Telur yang diasinkan bersifat stabil, dapat disimpan tanpa mengalami proses perusakan;
  • Dengan pengasinan rasa amis telur akan berkurang tidak berbau busuk, dan rasanya enak.
  • Asin tidaknya telur asin dan keawetannya, sangat tergantung pada kadar garam yang diberikan. Semakin tinggi kadar garam, akan semakin awet telur yang diasinkan, tetapi rasanya akan semakin asin.




    Fauziah Husnaa

    Masih perlu banyak belajar. Belajar apa saja. Hampir selesai KKN-PPL dan sedang akan mengajukan judul skripsi. Sangat suka dengan desain dan kartun... Masih aktif sebagai mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta.

    2 komentar:

    1. terimakasih atas ilmux
      mg bs yang lebih baik lagi,,,
      ni no saya, saiful pembimbing siswa MTs.
      087863453699
      smg bisa kita saling bertukar info

      BalasHapus
    2. sama2... semoga bermanfaat.. :)

      BalasHapus

    Thanks For Reading and visiting....
    Please Leave Your Comment ^____^